Jumat, 27 Maret 2015

BULUH PERINDU

Rembulan meretas deras kesedihan dengan sinar seni seadanya
Berhias lelah penuh keluh dengan artistik kerinduan
Mengurung semu membelengu nan pekat
Malam dengan penuh mata-mata bersiaga perburuan panjang
Melewati jalan berliku setapak di dekap dingin harap laksana

Aku dengar nyanyian kesedihan diatas semua bidang miring
Lembah diliputi semilir angin bunga bangkai jadi wakaf doa
Dan pengharapan para pemuja cinta yang haus memberangus sikap pupus
Lelah menyapaku dan menjabat tanganku lalu berisik angin kegilaan
Menanam nuansa bening pelipur mimpi mimpi tinggi membentengi
Permai disela khalbu biru dibalik awan bewarna abu-abu

Engkau datang dengan lirih berkepanjangan beribu pengasihan
Dihakimi menggilas realita wahana sandiwara bertanya
Pada bayu akan apa hakikatnya pertemuan
Mega merangkak menebar tirai kelip buluh perindu
Berhembus halus bagai aha mulus diantara gelap
Malam yang menggigil syahdu menyayat rasa sendu ini

Swasembada pemberantakan norma atas rentelan mesin
Peristiwa kuasa alam bawah sadar bagai jaksa menggelar tabir
Yang membeku rias membantu khalbuku
Dalam pernak-pernik jelajah rindu mentengahi babak
Pelipur duka dilara sehingga merasuk diantara benih harap
Kau kurindu selalu

M.Aldy Rivaldi

0 komentar: