Adakah Waktu
ketika kau tatap mataku disehelai malam
rembulan menuliskan kisahnya dalam sejilid kalam
bintang sebagai tanda baca,kalimat cinta tanpa akhir
kau tanyakan padaku,adakah waktu untukku
bukankah huruf-huruf selalu mengukir waktu tercipta
untuk memikirkanmu
malam demi malam bagai perayaan kata
sebuah perjalanan ke surga
percakapan tak ada habisnya,tak ada matinya
hal-hal kecil segalanya dianggap bermakna
kita saksikan setangkai bulan tumbuh purnama
kita pun mandi dibawah hujan cahaya
lalu kau petik butir-butir sinarnya
kau susun lalu mengalir huruf-huruf doa
kau taburkan dipelupuk mata dengan dua jarimu
kemudian menjelma menjadi sepucuk surat beralamatkan cita-cinta
sebuah kisah cinta
terangkai cahaya sebuah karya pujangga
lihatlah lingkar mataku berpedar karnanya
ketika kutatap matamu dibalik kelambu
sepasang debar memantul kedalam kalbu
menjelma waktu yang berdetik dalam detak jantung
kau bertanya adakah lagi waktu untukku
bukankah kau getar menjalar ke seluruh nadi
hanyut berdegup dalam denyutku
Natania
rembulan menuliskan kisahnya dalam sejilid kalam
bintang sebagai tanda baca,kalimat cinta tanpa akhir
kau tanyakan padaku,adakah waktu untukku
bukankah huruf-huruf selalu mengukir waktu tercipta
untuk memikirkanmu
malam demi malam bagai perayaan kata
sebuah perjalanan ke surga
percakapan tak ada habisnya,tak ada matinya
hal-hal kecil segalanya dianggap bermakna
kita saksikan setangkai bulan tumbuh purnama
kita pun mandi dibawah hujan cahaya
lalu kau petik butir-butir sinarnya
kau susun lalu mengalir huruf-huruf doa
kau taburkan dipelupuk mata dengan dua jarimu
kemudian menjelma menjadi sepucuk surat beralamatkan cita-cinta
sebuah kisah cinta
terangkai cahaya sebuah karya pujangga
lihatlah lingkar mataku berpedar karnanya
ketika kutatap matamu dibalik kelambu
sepasang debar memantul kedalam kalbu
menjelma waktu yang berdetik dalam detak jantung
kau bertanya adakah lagi waktu untukku
bukankah kau getar menjalar ke seluruh nadi
hanyut berdegup dalam denyutku
Natania
0 komentar: