Karam
Hatiku tanah yang kau injak
Injak sesukamu ludah sesukamu
Melegitimasi bulir pengharapan
Tak perlu kau ingat akulah penopangmu
Sebuas suatu yang sesuatu
Dan pohon itu membeku
Fata morgana asa membara
Seperti konvoi di hutan belantara
Nada nada menggema seantero ruang
Seperti titik hakimi kata
Klausa binasa oleh lara
Akulah masa akulah nestapa
Awan pesta tak tertata
Gelombang angin dengan egonya
Malammu hangatkan intuisi
Aku tenggelam terbunuh sepi
Asaku sejak lama basah kuyup
Dicerna badai ego pun tak sanggup
Menyeka air mata yang berdarah
Luber melumer penuh nanah
Kembang kertas lembayung senja
Di seberang jalan lensa optik Hatiku membias
Injak sesukamu ludah sesukamu
Melegitimasi bulir pengharapan
Tak perlu kau ingat akulah penopangmu
Sebuas suatu yang sesuatu
Dan pohon itu membeku
Fata morgana asa membara
Seperti konvoi di hutan belantara
Nada nada menggema seantero ruang
Seperti titik hakimi kata
Klausa binasa oleh lara
Akulah masa akulah nestapa
Awan pesta tak tertata
Gelombang angin dengan egonya
Malammu hangatkan intuisi
Aku tenggelam terbunuh sepi
Asaku sejak lama basah kuyup
Dicerna badai ego pun tak sanggup
Menyeka air mata yang berdarah
Luber melumer penuh nanah
Kembang kertas lembayung senja
Di seberang jalan lensa optik Hatiku membias
M. Aldy
0 komentar: