Jokowi Bangun Jalan 2000 Km di Perbatasan Malaysia
Uraikan.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen melakukan pembangunan di wilayah pinggiran Indonesia. Salah satu wujud nyatanya adalah pembangunan jalan lintas paralel (pinggir garis batas) perbatasan di Pulau Kalimantan, yang berbatasan langsung dengan Serawak hingga Sabah, Malaysia.
Jalan lintas paralel perbatasan adalah jalan yang sejajar dengan garis perbatasan Indonesia-Malaysia. Membentang dari ujung Barat hingga ujung Timur Pulau Kalimantan, melintasi 3 Provinsi yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Jalan lintas paralel sampai saat sekarang ini kondisinya masih putus-putus, alias belum tersambung seluruhnya. Sebagian besar masih berupa jalan tanah. Bahkan, menurut data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat hingga 12 Agustus 2015, tercatat dari 2.101 km jalan paralel, sepanjang 703 km masih terputus atau belum tersambung karena tertutup hutan dan sama sekali belum memiliki alur jalan, sehingga harus membelah hutan belantara.
Walaupun sisanya telah tersambung, namun masih sebagian saja yang sudah berlapis aspal sempurna. Sepanjang 896,55 km sudah tersambung, namun masih berupa jalan tanah atau lapisan aspal dasar dan baru 500,97 km yang sudah beraspal sempurna.
“Kalimantan Barat 737,46 km, Kalimantan Timur 193,01 km, dan Kalimantan Utara 1.170,35 km,” terang Direktur Jenderal Binamarga Hediyanto W Husaini kepada detikFinance, Rabu (19/8/2015).
Untuk menyempurnakannya, dibutuhkan dana yang diperkirakan bakal mencapai Rp 3,32 triliun, yang dibagi dalam 3 tahun anggaran.
“Anggarannya tidak bisa full satu tahun semua. Karena anggaran kita terbatas dan banyak prioritas lain yang sama penting. Sehingga uangnya dibagi tiap tahun anggaran,” ujar Hediyanto.
Pada tahun 2015 ini, anggaran yang dialokasikan adalah Rp 795,22 miliar, untuk melakukan pekerjaan sepanjang 333,38 km berupa pelebaran dan peningkatan kapasitas jalan yang sudah ada.
“Termasuk pembukaan lahan yang masih tertutup hutan sepanjang 249 km dengan kebutuhan dana Rp 499,78 miliar, yang dikerjasamakan dengan Zeni Angkatan Darat,” katanya.
Untuk 2016, anggaran yang disiapkan adalah Rp 1,319 triliun untuk melakukan pekerjaan jalan sepanjang 195,37 km. Dana tersebut dipergunakan untuk melanjutkan proses peningkatan kapasitas jalan yang sudah ada dan membuka area-area akses yang masih terputus karena tertutup hutan.
Sedangkan di 2017, akan dialokasikan dana Rp 1,2 triliun untuk melakukan pekerjaan yang kurang lebih sama.
“Anggaran 2016 dan 2017 memang lebih tinggi karena semakin banyak jalan yang kita lakukan agregat dan pembangunan konstruksi pengaspalan sekaligus juga membuka lahan yang masih terputus oleh hutan sampai 100%,” katanya.
0 komentar: